Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada tahun 1993. Namun, orang Sunda menyebut Green Canyon dengan sebutan Cukang Taneuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.Nama Green Canyon ini juga merupakan pelesetan dari nama Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat.
Senin, 15 April 2013
Cukang Taneuh atau Green Canyon (Ngarai Hijau) adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada tahun 1993. Namun, orang Sunda menyebut Green Canyon dengan sebutan Cukang Taneuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.Nama Green Canyon ini juga merupakan pelesetan dari nama Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat.


Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada tahun 1993. Namun, orang Sunda menyebut Green Canyon dengan sebutan Cukang Taneuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.Nama Green Canyon ini juga merupakan pelesetan dari nama Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat.
Kamis, 14 Februari 2013
SEE JAKARTA, JOGYAKARTA AND ITS FASCINATING
|
Nama : Ade Puspitasari
Program : PBU 8 ( Batch 3)
Jurusan : Usaha Perjalanan Wisata
Nim : 2012235005
SEE
JAKARTA, JOGYAKARTA AND ITS FASCINATING
Diakhir
kegiatan suatu convention tingkat dunia di bidang travel bisnis yang
membicarakan pembinaan dan pengembangan industri pariwisata di belahan Asia
Pasific. Maka sebagian peserta konvensi masih berada di Jakarta dan
Jogyakarta.
Jumlah
peserta yang masih tinggal di kedua kota tersebut berjumlah lebih kurang 210
orang (Jakarta 140 orang; Jogyakarta 70 orang).
Para
peserta yang masih berada di kedua kota tersebut masih mencari alternative
untuk lebih dan memahami Indonesia dari berbagai segi baik secara kultur,
alam dan lingkungan hidup yang saat ini menjadi issues internasional, dan
peserta tersebut ingin mencari option untuk mengisi kegiatan yang
berkualitas.
Oleh
karena itu para peserta tersebut masih memanfaatkan hubungan dengan Organizer konvensi yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan
pertemuan tersebut. Dengan demikian pertanyaan banyak muncul dan berdatangan
kepada penyelenggaraan yang berkaitan dengan topik-topik tour, rekreasi,
shopping, entertainment dan hal-hal lain yang berhubungan.
Sebagai
gambaran profil dari peserta yang
berjumlah 210 orang tersebut adalah :
1. Jenis
kelamin 60% pria dan 40% wanita.
2. Rentang
Usia 12,8% 35-45 tahun; 42,2% 46-59 tahun; 30,5% 60-65 tahun; 15,5% over 65
tahun.
3. Pekerjaan
36% Executive; 23% Ilmuwan; 22% Entrepreneur; 16% Government Official; 3%
Student.
4. Kebangsaan
35% Asia; 25% Eropa; 20% Amerika; 6% Timur Tengah; 5% Afrika; 9% Lainnya.
5. Income
5% 2000-4000 US$; 10% 4001-6000 US$; 45% 6001-8000 US$; 25% 8001-10.000 US$;
15% Over 10.000 US$
Untuk
mengisi kegiatan optimal para peserta seminar dan dalam upaya memberikan
pengalaman yang berkualitas dan bernilai kepada mereka mengennai Indonesia,
maka penyelenggara konvensi dimintakan perannya sebagai tour organizer untuk
dapat merencanakan paket-paket jangka
pendek kepada seluruh peserta.
|
Secara
konkrit anda diminta;
a) Menyusun
dan merencanakan seri kegiatan rekreasi yang berhubungan dengan entertainment,
shopping dan fasilitas lainnya.
b) Menuyusun
dan menawarkan seri kegiatan wisata di kedua kota tersebut yang menyangkut
kegiatan wisata alam dan budaya.
c) Aktifitas-aktifitas
lain yang dapat mengoptimalkan proses kegiatan peserta secara berkualitas.
Jawaban
Ini
merupakan inclusive tour dengan jenis short tour. Disini Travel kami
menyediakan Jakarta City tour 2 days 1 night
dan Jogjakarta City tour 2 days 1 night sebagai refresh dari kegiatan
konvensi yang telah berlangsung selama 4 hari. Disini kami menawarkan Paket Undercover Tour (Undercover Jakarta
Tour 2 days 1 night dan Undercover Jogjakarta Tour 2 days 1 night). Dimana pada
paket tersebut di lengkapi dengan transportasi dan komodasi lainya yang
menyangkut tour tersebut.
a) Menyusun
dan merencanakan seri kegiatan rekreasi yang berhubungan dengan entertainment,
shopping dan fasilitas lainnya.
Jakarta
Disini kami menyediakan inclusive
short tour dengan tema Undercover Tour, dimana kami akan mengajak peserta mengenal
semua tentang Jakarta dari semua aspek. Dalam wisata entertainment , shopping
dan fasilitas lainnya kami akan mengajak peserta mengunjungi tempat yang khas akan
budaya betawi dan mengunjungi beberapa shopping center ternama di Indonesia,
yang tentu saja terletak di tidak jauh dari Skyline Block Convention Center.
1. Mall Grand Indonesia Jakarta / Plaza
indonesia
Mall Grand Indonesia Jakarta yang diresmikan pada
tanggal 1 Januari 1962, terdiri dari empat lantai
pertokoan kelas atas dengan luas 38.050 m². Pusat perbelanjaan ini terletak di
Bundaran Hotel Indonesia, antara Jalan M.H. Thamrin dan
Jalan Kebon Kacang Raya di kawasan bisnis utama Jakarta. Plaza Indonesia juga
dilengkapi dengan Grand
Hyatt Jakarta,
sebuah hotel bintang lima berlian berlantai 28 yang resmi dibuka pada tanggal 1 Januari 1962. Hotel ini memiliki 428 kamar dengan fasilitas-fasilitas
dan pelayanan yang tak diragukan lagi.Plaza Indonesia menjadi rumah bagi banyak
merek internasional dunia seperti GIVENCHY, Giorgio Armani, Emporio Armani,
Brioni, Louis Vuitton, TOD'S, Cartier,
2. Jalan
Surabaya
Jalan surabaya terkenal
sebagai sentra barang antik. Jalan Surabaya sendiri terletak di Menteng Jakarta
Pusat. Disana anda akan melihat kios-kios yang menjual benda-benda antik
seperti, wayang, porselin, ukiran peti kayu, topeng, lampu antik, photograph record dan masih
banyak lagi jenis barang anti lainnya, begitupun juga buku-buku lama.
3. Kampoeng Betawi (setu babakan)
Kampung
betawi yang sering di kenal dengan sebutan Setu Babakan ini merupakan tempat
wisata budaya betawi. Yang di mana tersedia danau buatan yang di sekelilingnya
terdapat rumah khas Betawi jaman dulu, dan tempat ini sangat cocok bagi peserta
untuk mengetahui kesenian khasnya betawi mulai dari rumah tempo dulunya ,
pancak silat, tarian betawi, alat musik seperti tanjidor, boneka khas betawi
(ondel-ondel) maupun dari bahasa yang di miliki dan kulinernya seperti kerak
telor, ranginang, bir peletok,karedok, dll
Jogjakarta
Tidak berbeda dengan Undercover
Jakarta Tour, pada Undercover Jogjakarta Tour kami juga akan mengajak peserta mengenal semua
tentang Jakarta dari semua aspek. Dalam wisata entertainment, shopping dan
fasilitas lainnya kami akan mengajak peserta mengunjungi tempat yang memiliki
kekhasan tentang Jogjakarta dan mengunjungi beberapa shopping center di
Jogjakarta.
1. Keraton
Jogjakarta
Keraton Jogjakarta
merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi
di kota Yogyakarta, Daerah istimewa Yogyakarta. Walaupun kesultanan tersebut
telah resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tahun 1950. Bangunan
ini bergaya arsitektur jawa tradisional, di beberapa bagian tertentu terlihat
sentuhan budaya portugis, belanda dan china.
2. Malioboro
Jalan Malioboro adalah
nama salah satu dari 3 jalan di kota jogjakarta yang membentang dari Tugu
Jogjakarta hingga ke perempatan kantor pos Jogjakarta, secara keseluruhan
terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro, dan Jalan Jend.
A.Yani. Jalan ini merupakan poros garis imaginer keraton Jogjakarta. Di jalan
ini banyak terdapat pedangan kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja,
dan warung-warung lesehan pada malam hari yang menjual makanan khas jogja.
Tempat ini juga terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman (musik,
lukis, happening art, pantonim, dll)
3. Pasar
Beringhardjo
Pasar
Beringharjo telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758.
Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga
patung Budha seharga ratusan ribu. Pasar Beringharjo
menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana
tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan
keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar
ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan
pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah
satu pilar 'Catur Tunggal' (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan
Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.
4. Menyaksikan
Pagelaran Sendatari Ramayana.
b) Menuyusun
dan menawarkan seri kegiatan wisata di kedua kota tersebut yang menyangkut
kegiatan wisata alam dan budaya.
Jakarta
Pada
kegiatan wisata alam dan budaya di Undercover Jakarta Tour, kami akan mengajak
para peserta untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan wisata di
Jakarta.
1. Monumen
Nasional ( MONAS )
Monas atau Tugu Monas
merupakan monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk
mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan
dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tugu ini dimahkotai lidah api yang
dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang
menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan
Merdeka, Jakarta Pusat.
2. Taman
Mini Indonesia Indah (TMII)
Taman Mini Indonesia
Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di
Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 250 kilometer persegi ini terletak pada
koordinat 6°18?6.8?LS,106°53?47.2?BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan
bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat
26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah
berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi
daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang
menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung,
berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai
sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata
terkemuka di ibu kota Jakarta.
3. Kota
Tua ( Museum Fatahillah )
Museum Fatahillah yang
juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah
museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas
lebih dari 1.300 meter persegi.
Objek-objek yang dapat
ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika
peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di
Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan
dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik,
gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang,
seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang
Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.
4. Kepulauan
Seribu
Kabupaten Administrasi
Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di Daerah Khusus Ibukota
Jakarta, Indonesia. Wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Kepulauan
Seribu ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan Keputusan Menteri
Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh
Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan. Luas wilayah
107.489 hektare dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional.
Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan
tempat ideal untuk snorkeling, berenang, atau menyelam. Kepulauan Seribu
mempunyai pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti P. Rambut dan P.
Onrust yang ditunjuk sebagai pulau cagar budaya.
Jogjakarta
Pada
kegiatan wisata alam dan budaya di Undercover Jogjakarta Tour, kami akan
mengajak para peserta untuk mengunjungi
1. Borobudur
Borobudur
adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah,
Indonesia.
Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km
di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta,
dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.
Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut
agama
Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an
Masehi pada masa
pemerintahan wangsa
Syailendra.
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya
terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk
memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai
tempat ziarah
untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan
dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur
ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan
Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari
keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford
Raffles, yang
saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu
Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek
pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik
Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini
masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
2. Prambanan
Pramabanan terletak 16
km dari pusat kota Prambanan
adalah candi Hindu terbesar di Jawa kuno. Sebuah candi pertama kali dibangun di
lokasi sekitar 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan diperluas secara luas oleh
Raja Lokapala dan Balitung Maha Sambu raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram.
Menurut prasasti Shivagrha dari 856 CE, candi ini dibangun untuk menghormati
Dewa Siwa dan nama aslinya adalah Siwa-Grha (Rumah Siwa) atau Shiva-laya (Realm
of Shiva). Arsitektur Candi Prambanan mengikuti tradisi arsitektur khas Hindu
berdasarkan Vastu Shastra. Desain Candi dimasukkan pengaturan mandala rencana
candi dan juga menara khas menjulang tinggi kuil Hindu.
3. Pantai
Parangtritis
Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan kota
Jogjakarta. Pantai yang di kenal pantai selatan ini yang menyimpan keindahan
yang begitu mempesona dan nilai sejarah yang sangat tinggi yaitu legenda nyai
roro kidul yang sangat melekat legenda ini sampai sekarang masih jadi daya
tarik sendiri bagi kota Yogyakarta.
4. Ketep
Pass
Objek wisata Ketep Pass
terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 40 km dari Kota Jogjakarta. Di
ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut, objek wisata yang diresmikan pada
tahun 2002 ini berjarak sekitar 30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari
Boyolali. Lokasi ini juga hanya berjarak sekitar 30 km dari Borobudur
diketinggian 1200 m dpl, dengan menempati lahan seluas 8000 m2.
Ketep Pass menawarkan pemandangan cantik Gn Merapi dan Gn Merbabu di kejauhan —
terutama saat cuaca cerah. Selain itu, Anda juga dapat memanjakan mata dengan
melihat tiga gunung lainnya, yaitu Sindoro, Sumbing, dan Slamet. Bila
pemandangan lima gunung belum cukup, Anda masih akan dapat melihat beberapa
bukit, yaitu Bukit Tidar, Andong, Menoreh, dan Telomoyo.
Di samping itu, hamparan lahan pertanian yang mengelilingi lokasi wisata ini pun juga indah dipandang. Di mana-mana hijau terlihat. Sayang, terkadang kabut pekat menyelimuti sehingga pemandangan pun terhalang (seperti saat saya terakhir pergi ke sana).
Di samping itu, hamparan lahan pertanian yang mengelilingi lokasi wisata ini pun juga indah dipandang. Di mana-mana hijau terlihat. Sayang, terkadang kabut pekat menyelimuti sehingga pemandangan pun terhalang (seperti saat saya terakhir pergi ke sana).
Di Ketep Pass terdapat
sebuah museum vulkanologi. Di dalam museum ini terdapat miniatur Gn Merapi
lengkap dengan contoh batu-batuan yang keluar perutnya. Pengelola juga
memutarkan film dokumenter tentang aktivitas Gn Merapi, yang menceritakan
tentang asal-usul, jalur-jalur pendakian, serta beberapa letusan Gunung Merapi.
c) Aktifitas-aktifitas
lain yang dapat mengoptimalkan proses kegiatan peserta secara berkualitas.
Jakarta
Untuk
mengoptimalkan aktivitas proses kegiatan peserta, kami akan mengajak para
peserta untuk makan di restoran khas jakarta serta mencicipi jajanan
tradisional khas jakarta/betawi dan di akhir acara kami akan memberikan
treatmen spa/sauna/massage untuk menghilangkan kejenuhan dan letih sebelum
transfer out dan kembali ke negara masing-masing.
Jogjakarta
Begitupun
dengan aktivitas proses kegiatan peserta di Jogjakarta, kamipun akan mengajak
para peserta untuk makan di restoran khas jogjakarta serta mencicipi jajanan
tradisional khas jogjakarta dan di akhir acara kami akan memberikan treatmen
spa/sauna/massage untuk menghilangkan kejenuhan dan letih sebelum transfer out
dan kembali ke negara masing-masing.
d) Transportasi
dan Akomodasi
Jakarta
Untuk
akomodasi, peserta tetap akan mengidap di Manhattan Hotel yang terletak di
Jakarta Selatan berdekatan dengan Skyline Block Convention Center. Peserta akan
menggunakan Big Bird selama tour berlangsung disertai dengan Guide.
Jogjakarta
Peserta
akan menginap di hotel The Cangkringan Jogja Villas yang terletak di Jl. Raya
Merapi Golf, Desa Umbulharjo, Cangkringan. Peserta akan menggunakan Big Bird selama
tour berlangsung disertai dengan Guide.
e) Paket
Tour and Itenerary
Jumat, 08 Februari 2013
BANDUNG
Kota Bandung
A. UMUM
Pada tahun 1990 kota Bandung menjadi salah satu kota paling aman
di dunia berdasarkan survei majalah Time.
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada
jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan
bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga
dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga
dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang
banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga
menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007, British
Council menjadikan kota
Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia
Timur. Saat ini kota
Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.
B. Sejarah
Kata "Bandung" berasal dari kata bendung
atau bendungan karena terbendungnya sungai
Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan
oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama "Bandung"
diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat
berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati
Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci
Tarum dalam mencari tempat
kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Berdasarkan
filosofi Sunda, kata "Bandung" berasal dari kalimat "Nga-Bandung-an
Banda Indung", yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung
nilai ajaran Sunda. Nga-"Bandung"-an artinya menyaksikan atau
bersaksi. "Banda" adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup
yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati.
"Indung" adalah Bumi, disebut juga sebagai "Ibu Pertiwi"
tempat "Banda" berada. Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup
sebagai "Banda". Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah
"Banda Indung", yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia
dan segala isi perut bumi. Langit yang berada diluar atmosfir adalah tempat
yang menyaksikan, "Nu Nga-Bandung-an". Yang disebut sebagai Wasa atau
Sanghyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk
Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala
makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang
keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa.
Kota
Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini
menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga
atau danau. Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana
terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga
meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut
legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sangkyang Tikoro.
Daerah
terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang
pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini
sudah menjadi daerah perumahan untuk pemukiman.
Kota
Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25
September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk
kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota
Bandung.
Kota
Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur
Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan
bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat
ini.
Pada masa perang
kemerdekaan, pada 24
Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang
kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini
dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh
sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18
April 1955 di Gedung
Merdeka yang dahulu bernama
"Concordia" (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19
April-24
April 2005.
C. Geografi
Kota
Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan
sebuah mangkok raksasa, secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah
provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan
laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050
meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah
dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.
Kota
Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai
Citarum beserta anak-anak
sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai
Citarum. Dengan kondisi yang
demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir terutama pada musim
hujan.
Keadaan
geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman
kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan
jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan
kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu
dengan bahan endapan tanah liat.
Semetara
iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk,
dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah
hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.
D. Kependudukan
Kota
Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi
oleh etnis Sunda,
sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini
dibandingkan etnis lainnya.
E. Pemerintahan
Dalam
administrasi pemerintah
daerah, kota Bandung
dipimpin oleh wali kota.
Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih wali kota beserta
wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD
kotanya.Untuk perwakilan kota bandung Sesuai konstitusi yang berlaku DPRD kota
Bandung merupakan representasi dari perwakilan rakyat, pada Pemilu Legislatif
2004 sebelumnya anggota DPRD kota Bandung berjumlah 45 orang. Sesuai dengan
perkembangan dan pertambahan penduduk maka pada Pemilu Legislatif 2009 anggota
DPRD kota Bandung bertambah menjadi 50 orang, yang kemudian tersusun atas
perwakilan delapan partai, dan terdiri atas 41 lelaki dan 9 perempuan.
F. Pendidikan
Kota
Bandung merupakan salah satu kota pendidikan, dan Soekarno, presiden pertama Indonesia, pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada masa pergantian abad ke-20. Kota bandung juga
memiliki beberapa universitas besar di Indonesia , seperti Universitas
Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonsia (UPI) dan sebagainya.
G. Perhubungan
Sampai
pada tahun 2004, kondisi transportasi jalan di kota Bandung masih buruk dengan tingginya
tingkat kemacetan serta ruas jalan yang tidak memadai, termasuk masalah parkir
dan tingginya polusi udara.[21] Permasalahan ini muncul karena beberapa faktor
diantaranya pengelolaan transportasi oleh pemerintah setempat yang tidak
maksimal seperti rendahnya koordinasi antara instansi yang terkait, ketidakjelasan wewenang setiap
instansi, dan kurangnya sumber daya manusia, serta ditambah tidak lengkapnya
peraturan pendukung.
H. Infrastruktur
Sampai
tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru
mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti
berada pada kisaran 15-20 %. Pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas
jalan dan penataan kawasan mesti menjadi perhatian bagi pemerintah kota untuk
menjadikan kota ini menjadi kota terkemuka. Pada 25 Juni 2005, jembatan
Pasupati resmi dibuka, untuk
mengurangi kemacetan di pusat kota, dan menjadi landmark baru bagi kota
ini. Jembatan dengan panjangnya 2.8 km ini dibangun pada kawasan lembah serta
melintasi Ci Kapundung
dan dapat menghubungkan poros barat ke timur di wilayah utara kota Bandung.
Kota Bandung berjarak
sekitar 180 km dari Jakarta, saat ini dapat dicapai melalui jalan Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang)
dengan waktu tempuh antara 1.5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol ini merupakan
pengembangan dari jalan Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), yang sudah dibangun sebelumnya.
I.
Perekonomian
Pada
awalnya kota Bandung sekitarnya secara tradisional merupakan kawasan pertanian, namun seiring dengan laju urbanisasi menjadikan
lahan pertanian menjadi kawasan perumahan serta kemudian berkembang menjadi
kawasan industri dan bisnis, sesuai dengan transformasi ekonomi kota umumnya.
Sektor perdagangan dan jasa saat ini memainkan peranan penting akan pertumbuhan
ekonomi kota ini disamping terus berkembangnya sektor industri. Berdasarkan Survei
Sosial Ekonomi Daerah
(Suseda) 2006, 35.92 % dari
total angkatan kerja penduduk kota ini terserap pada sektor perdagangan,
28.16 % pada sektor jasa dan 15.92 % pada sektor industri. Sedangkan
sektor pertanian hanya menyerap 0.82 %, sementara sisa 19.18 % pada
sektor angkutan, bangunan, keuangan dan lainnnya.
Pada triwulan I 2010,
kota Bandung dan sebagian besar kota lain di Jawa Barat mengalami kenaikan laju
inflasi tahunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sebagai faktor
pendorong inflasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, yang berupa
interaksi permintaan-penawaran serta ekspektasi inflasi masyarakat. Walaupun
secara keseluruhan laju inflasi pada kota Bandung masih relatif terkendali. Hal
ini terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok sandang, yaitu penurunan
harga emas perhiasan. Sebaliknya, inflasi Kota Bandung mengalami tekanan yang
berasal dari kelompok transportasi, yang dipicu oleh kenaikan harga BBM non
subsidi yang dipengaruhi oleh harga minyak bumi di pasar internasional.
Sementara
itu yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung masih didominasi dari penerimaan
hasil pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan dari hasil perusahaan milik
daerah atau hasil pengelolaan kekayaan daerah masih belum sesuai dengan
realisasi.
J.
Pariwisata dan Budaya
Sejak
dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam
menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota
Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur
peninggalan Belanda, diantaranya Gedung
Sate sekarang berfungsi
sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung
Pakuan yang sekarang
menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung
Dwi Warna atau Indische
Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik
Indonesia untuk Kantor Wilayah
XII Ditjen Pembendaharaan Bandung, Villa
Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia, Stasiun
Hall atau Stasiun
Bandung dan Gedung
Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota
Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung
pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung
Merdeka, tempat
berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955, Museum
Sri Baduga, yang didirikan pada
tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan
Tegallega, Museum Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Gedung
Indonesia Menggugat dahulunya menjadi
tempat Ir.
Soekarno menyampaikan
pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda, Taman
Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.
Kota
ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai
paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini.
Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat
diminati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun
binatang ini diresmikan pada
tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa
Tamansari. Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan
maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan
Braga, kawasan Cihampelas,
Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya.
Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya
Istana Plaza Bandung, Bandung Indah Plaza, Paris Van Java Mall, Cihampelas
Walk, Bandung
Supermal, Bandung Trade Center, Plaza Parahyangan, Balubur Town Square, Dago Plaza dan Metro Trade Centre. Terdapat juga pusat rekreasi modern dengan berbagai
wahana seperti Trans Studio Resort Bandung yang terletak pada lokasi yang sama dengan Bandung Super Mall.
Sementara
beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya
Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak
juga terus berkembang di kota ini. Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung,
sementara Peuyeum
sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau
Jawa.
Kota
Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan
rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam
memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen
Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen
Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra.
Langganan:
Komentar (Atom)



.jpg)