Dua Polisi Belago Saat Antrean di SPBU
Ditonton Ratusan Warga
Posted by redaksi on July 9th, 2011
BINTUHAN – Suasana antrean panjang di SPBU Bintuhan, di Desa Pasar Lama, Kabupaten Kaur, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (8/7) pagi kemarin heboh. Dua anggota Polres Kaur sama-sama berseragam lengkap, terlibat perkelahian yakni Brigpol Kr dengan Briptu Hm. Dalam adu jotos tersebut, salah seorang diantaranya sempat terjerebab jatuh ke lantai SPBU. Peristiwa ini menjadi tontonan menarik ratusan warga yang sedang antre mendapatkan BBM di SPBU tersebut.
Informasi terhimpun, kejadian berawal ketika ratusan kendaraan baik roda dua dan roda empat sedang antre panjang di SPBU. Tiba-tiba saja, kedua polisi yang ditugaskan melakukan pengamanan di SPBU, terlibat ribut mulut. Pengamanan dilakukan dalam rangka menghindari adanya penjualan BBM menggunakan jerigen. Tiba-tiba saja kedua polisi yang berdekatan langsung ribut mulut dan makin lama makin memanas. Mendengar kedua polisi tersebut bersitegang, warga yang antre BBM terkejut.
Beberapa menit setelah ribut mulut, keduanya lantas terlibat adu fisik. Briptu Hm yang didorong sempat terjatuh ke lantai halaman SPBU. Untung saja, keributan itu tidak meluas karena langsung dipisahkan anggota Polres Kaur lainnya.
“Kami awalnya kaget mendengar warga ribut melihat ada polisi ribut sama-sama polisi. Padahal warga sedang antrean panjang. Mendengar ada keributan itulah proses pengentrean sempat makin ramai. Tapi kejadiannya tidak begitu lama,” kata Buyung warga yang ikut menyaksikan perkelahian tersebut. Saat itu, Buyung sedang mengantre BBM.
Kapolres Kaur AKBP H Andi Heru Santo,SH.S.ST.MK melalui Kasat Intel AKP Hendri ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden keributan dua polisi yang sedang menjaga pendistribusian BBM di SPBU. Menurutnya, keributan itu disebabkan karena kesalahpahaman. Namun demikian kedua oknum yang sempat rebut tersebut sudah dilakukan pembinaan.
“Beberapa hari terakhir ini pengamanan SPBU cukup ketat. Bahkan hari ini (kemarin,red) sebanyak 20 polisi diamankan. Mengingat stok BBM yang masuk hanya 8 Ton. Untuk itu pendistribusian terus dilakukan penjatahan. Dalam pengamanan juga dilakukan penerapan disiplin baik anggota serta masyarakat yang mengantre BBM. Tapi kita menyayangkan adanya kejadian itu. Sebab mestinya tidak perlu terjadi di tempat umum,” tegas Hendri.
Di tempat terpisah Kabag Ekonomi Pemda Kaur Drs Edi Suwardi mengatakan saat ini kelangkaan BBM masih terasa. Mengingat harga di eceran masih tinggi Rp 12-13 ribu/liternya. Sedangkan stok di SPBU masih terus kekurangan. Namun demikian pemerintah daerah tetap mendukung aparat kepolisian mengamankan dan memantau jika ada yang melakukan penimbunan.
“Edaran dari Bupati sudah dilakukan. Penjatahan BBM baik roda empat dan roda dua sudah terus dilakukan. Penjatahan BBM itu akan dilakukan sampai pendistribusian normal,” pungkasnya.(che)
Posted in Berita Utama, Kaur