Selasa, 19 Juli 2011

Tinta air mata 19 Juni 2011 jam 22:33

Dstiap mlam aq hnya diam..
Dstiap wkt q hnya mmpu diam..
Mmblakangi khdpan dg spucuk kheningan !
Brpaut dg sgala ksunyian . . .

Langit trsa bgtu kelam
ketika tetesan air mta mmbuyarkan malam. . !
Harap yg mengendap-endap masuk
namun hati tak ingin drasuk ! ! !

Mnyendiri dlm sepi..
Tk ingin ad s.org pn yg mnmani !
Hnya mmpu mnulis isi ht dlm slmbar khningan !
Brtinta kn air mta yg kian melemah kn !

Jumat, 15 Juli 2011

Tak hanya Modis, tapi Ukhuw



 
Hijab atau jilbab bukan hanya sebagai suatu simbol saja, tetapi sudah masuk dalam dunia fashion yang Islami. Jika dahulu seorang wanita mengenakan jilbab hanya terbatas karena masih ada anggapan bahwa jika seorang wanita yang mengenakan jilbab, maka akan tidak bisa mengikuti trend busana saat ini.
Tapi anggapan itu sekarang terbantahkan, kini hijab sudah menjadi tren yang berkembang.
Sekumpulan anak muda di Makassar memulai hal itu. Bukan hanya memandang hijab itu sebagai fashion saja, tetapi lebih ke arah ukhuwah muslimah atau silaturahmi. Atas dasar itulah mereka berinisiatif membentuk suatu komunitas yang diberi nama Hijabers Muslim Makassar (HMM).
"Sekarang sudah banyak perempuan yang memutuskan untuk mengenakan hijab. Karena itu kami pun berpikir untuk mengajak mereka berkumpul dalam komunitas ini untuk saling berbagi pengalaman. Bukan hanya pengalaman selama mengenakan hijab, tapi disini kami juga dapat berbagi pengalaman dengan mereka yang baru memulai mengenakan hijab, berbagi tips-tips cara mengenakan hijab yang trendy, belajar menjadi seorang muslimah yang baik, dan memperluas jaringan silaturahmi dengan sesama muslimah serta mengadakan kegiatan sosial," kata Ginong, salah satu pendiri HMM.
HMM adalah sebuah komunitas muslimah dengan anggota wanita-wanita berjilbab. Komunitas ini awalnya terbentuk dari inisiatif dari para commitee, seperti; Noen, Anti, Nevy, Angqy, Dama, Dede, Tiur, Ita, Wiwi, dan Zhely
Mereka terdiri dari para wanita berjilbab dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. "Saat ini anggota HMM berjumlah 25 orang. Mereka datang dari latar belakang berbeda. Ada yang ibu rumah tangga, yang sudah bekerja, tapi rata-rata anggotanya masih kuliah," ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI ini.
Mereka pun rutin melakukan pertemuan hingga akhirnya mulai memperkenalkan diri dan open recruitment. "Bukan bermaksud riya, tapi ada baiknya komunitas ini bukan hanya kumpul-kumpul saja, tetapi diisi dengan kegiatan positif dengan aksi sosial," ujarnya disela-sela kegiatan bazaar yang dirangkai perkenalan HMM di EatOut, Karebosi Link, Minggu (19/6).
Komunitas ini diciptakan untuk semua perempuan yang mengenakan jilbab dan juga bagi mereka yang sedang dalam proses belajar untuk memakainya ataupun bagi mereka yang hanya sekedar menyukai dan mencintai jilbab. "Komunitas ini Insya Allah akan menampung kegiatan bermanfaat bagi semua hijabers Makassar. Dari tips, tutorial berbagai jilbab, studi Islam dan
banyak lagi. Segala sesuatu yang akan membuat kita lebih baik sebagai seorang wanita muslim. Tidak hanya informasi tetapi Anda juga akan bertemu teman baru di sini, serta memperluas jaringan dan berbagi kegiatan postif," tandasnya.
Sama seperti yang dialami Azizah saat mulai mengenal komunitas HMM. "Di sini, tidak hanya sharing bagaimana berjilbab bagi seorang muslimah, tapi ada banyak yang kami ketahui. Orang tua kami masing-masing juga di sini mendukung, bahkan mereka biasa berbagi ilmu agama kepada kami," akunya. ()
Dua Polisi Belago Saat Antrean di SPBU
Ditonton Ratusan Warga
Posted by redaksi on July 9th, 2011

BINTUHAN – Suasana antrean panjang di SPBU Bintuhan, di Desa Pasar Lama, Kabupaten Kaur, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (8/7) pagi kemarin heboh. Dua anggota Polres Kaur sama-sama berseragam lengkap, terlibat perkelahian yakni Brigpol Kr dengan Briptu Hm. Dalam adu jotos tersebut, salah seorang diantaranya sempat terjerebab jatuh ke lantai SPBU. Peristiwa ini menjadi tontonan menarik ratusan warga yang sedang antre mendapatkan BBM di SPBU tersebut.

Informasi terhimpun, kejadian berawal ketika ratusan kendaraan baik roda dua dan roda empat sedang antre panjang di SPBU. Tiba-tiba saja, kedua polisi yang ditugaskan melakukan pengamanan di SPBU, terlibat ribut mulut. Pengamanan dilakukan dalam rangka menghindari adanya penjualan BBM menggunakan jerigen. Tiba-tiba saja kedua polisi yang berdekatan langsung ribut mulut dan makin lama makin memanas. Mendengar kedua polisi tersebut bersitegang, warga yang antre BBM terkejut.

Beberapa menit setelah ribut mulut, keduanya lantas terlibat adu fisik. Briptu Hm yang didorong sempat terjatuh ke lantai halaman SPBU. Untung saja, keributan itu tidak meluas karena langsung dipisahkan anggota Polres Kaur lainnya.

“Kami awalnya kaget mendengar warga ribut melihat ada polisi ribut sama-sama polisi. Padahal warga sedang antrean panjang. Mendengar ada keributan itulah proses pengentrean sempat makin ramai. Tapi kejadiannya tidak begitu lama,” kata Buyung warga yang ikut menyaksikan perkelahian tersebut. Saat itu, Buyung sedang mengantre BBM.

Kapolres Kaur AKBP H Andi Heru Santo,SH.S.ST.MK melalui Kasat Intel AKP Hendri ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden keributan dua polisi yang sedang menjaga pendistribusian BBM di SPBU. Menurutnya, keributan itu disebabkan karena kesalahpahaman. Namun demikian kedua oknum yang sempat rebut tersebut sudah dilakukan pembinaan.

“Beberapa hari terakhir ini pengamanan SPBU cukup ketat. Bahkan hari ini (kemarin,red) sebanyak 20 polisi diamankan. Mengingat stok BBM yang masuk hanya 8 Ton. Untuk itu pendistribusian terus dilakukan penjatahan. Dalam pengamanan juga dilakukan penerapan disiplin baik anggota serta masyarakat yang mengantre BBM. Tapi kita menyayangkan adanya kejadian itu. Sebab mestinya tidak perlu terjadi di tempat umum,” tegas Hendri.

Di tempat terpisah Kabag Ekonomi Pemda Kaur Drs Edi Suwardi mengatakan saat ini kelangkaan BBM masih terasa. Mengingat harga di eceran masih tinggi Rp 12-13 ribu/liternya. Sedangkan stok di SPBU masih terus kekurangan. Namun demikian pemerintah daerah tetap mendukung aparat kepolisian mengamankan dan memantau jika ada yang melakukan penimbunan.

“Edaran dari Bupati sudah dilakukan. Penjatahan BBM baik roda empat dan roda dua sudah terus dilakukan. Penjatahan BBM itu akan dilakukan sampai pendistribusian normal,” pungkasnya.(che)
 Posted in Berita Utama, Kaur